Minggu, 09-Febuari-2025
Hari minggu, 9 Februari 2025 pukul 03:05 wib saya terbangun dari tidur. Saya bermimpi hal yang sangat random dan menyakitkan untuk dilihat orang lain. Saya bermimpin sedang berkumpul bersama 3 orang teman, saya lupa siapa mereka tapi dalam mimpi itu saya mereka adalah teman yang cukup dekat dengan saya walau baru saja kenal beberapa waktu. Awalnya kami mengobrol dengan sangat seru, tapi tiba-tiba ada yang meletakkan handphone yang saya pikir milik saya menampilkan kamera depan dan siap memvideokan reaksi kami. Saat meng-klik menu rekam, kami berempat memperlihatkan wajah kami yang masih terlihat bersemangat.
Setelah merekam video wajah kami berempat, mungkin hanya 4 detik itu kami langsung pergi. Kami pergi karena salah satu teman saya yang mengajaknya, saya tidak tahu kenapa kami bersemangat di sana. Kami pergi, pergi menuju ke tempat teman saya yang mengajak pergi tadi ke tempat yang saya rasa aneh. Tempat itu di depannya terlihat seperti gedung tinggi, tebing berbatu, atau air terjun yang di bawahnya ada sumur besar dengan air yang hampir memenuhi sumur itu. Di tempat itu, terdapat banyak orang yang memiliki kelompok tiap orangnya yang entah melakukan apa. Mereka semua berbicara satu sama lain dan menunjuk ke arah depan kami itu. Dari obrolan mereka, yang tidak saya ketahui, setelah menunjuk ke arah depan mereka berseru. Bahkan teman saya pun sama, saat melihat ke arah gedung yang terlihat seperti air terjun itu terdapat 2 orang laki-laki yang memakai kemeja dan celana putih, seperti sedang siap-siap mel*mpat. Saya dan teman saya sangat ketakutan saat akhirnya mereka melakukannya bersama dengan salah satunya memeluk dari belakang. Dalam mimpi itu kami benar-benar kaget, takut dan badan kami jadi tersa sangat lemas yang membuat kami pergi dari sana. Saya tidak tahu kenapa kami pergi ke sana, tapi saat pergi tempat itu seperti ada pintu untuk keluarnya sehingga kami tertutupi dari yang adegan yang mungkin saja terulang. Saat masih terasa lemas itu, salah satu dari kami ingin merekam ekspresi kami saat ini dan dalam mimpi saya berpikir itu aneh. Tetapi itu terhenti karena saya melihat ke arah sebelah kanan saya yang juga memiliki pintu dengan 3 orang di sana.Tiga orang di sana ada orang yang saya kenal, dia bisa disebut sebagai cinta pertama saya. Di sana, dia sedang bersama seorang wanita dan satu lagi saya tidak memperhatikan apakah dia laki-laki atau perempuan. Pakaian yang mereka kenakan membuat saya tersadar akan keadaan saya sekarang, pakaian mereka berdua itu merupakan pakaian pasangan berwarna merah. Saya tidak bisa mengatakan detailnya seperti apa, tapi yang pasti itu adalah pakaian adat pernikahan orang palembang dengan pakaiannya bernuansa warna merah. Melihat itu saya hanya tersenyum dan sadar diri, mereka sangat cocok bersama. Dalam mimpi itu saya hanya merasa sesak karena berpikir tidak mungkin untuk melihat saya. Setelah itu saya terbangun dari tidur saya yang seperti sulit untuk bernafas.
Tiga orang di sana ada orang yang saya kenal, dia bisa disebut sebagai cinta pertama saya. Di sana, dia sedang bersama seorang wanita dan satu lagi saya tidak memperhatikan apakah dia laki-laki atau perempuan. Pakaian yang mereka kenakan membuat saya tersadar akan keadaan saya sekarang, pakaian mereka berdua itu merupakan pakaian pasangan berwarna merah. Saya tidak bisa mengatakan detailnya seperti apa, tapi yang pasti itu adalah pakaian adat pernikahan orang palembang dengan pakaiannya bernuansa warna merah. Melihat itu saya hanya tersenyum dan sadar diri, mereka sangat cocok bersama. Dalam mimpi itu saya hanya merasa sesak karena berpikir tidak mungkin untuk melihat saya. Setelah itu saya terbangun dari tidur saya yang seperti sulit untuk bernafas.
Saat terbangun, saja jadi berpikir bahwa mungkin saja mereka memang sudah menikah karena memikirkan tentang usia kami yang sudah cukup untuk menikah. Perasaan sesak masih terasa karena saya seperti menahan napas saat tidur, atau mungkin karena melihat dua orang itu. Tetapi saat bangun saya berpikir bahwa mereka sangat serasi dalam mimpi itu, walaupun saya tidak ingat wajah pengantin perempuan. Mereka menikah pasti karena saling suka, sepadan dan memiliki kejelasan dimasa depan nantinya. Saya jadi sadar diri, karena tidak selesai kuliah dan hanya pengangguran yang memiliki banyak kekhawatiran. Terlebih saya tidak memiliki kelebihan, bahkan tidak tahu keahlian yang bisa dibanggakan. Berpikir begitu mengingatkan saya pada pengalaman yang menyakitkan, yang apabila diingat lagi membuat saya merasa sesak dan selalu menangis dalam diam.Pengalaman yang menyakitkan itu terjadi sekitar saat saya masih awal semester saat masuk kuliah, mungkin saat itu adalah semester 2. Semester 1 dan 2 saat kuliah adalah belajar tentang materi dasar-dasar yang pernah dipelajari saat sekolah. Dalam satu kelaspun kami masih tergabung dalam beberapa program studi. Saat itu terjadi kami diadakan praktikum, salah satunya adalah praktikum fisika dasar. Pengalaman praktikum fisika yang ada membuat saya sangat penasaran karena saat sekolah tidak pernah mengalaminya, hanya belajar secara teori. Saat praktikum, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 2 orang yang memiliki data yang sama dan 2 kelompok yang menggunakan alat yang sama. Saat praktikum saya melihat alat-alat yang keren, kebetulan kami mendapatkan giliran untuk menghitung bandul. Menghitung dan menulis data sangat menyenangkan, bahkan saat asrama kami mengerjakan praktikum fisika ini walaupun berbeda kelas dan grade. Hal ini dikarenakan saat mengerjakan data, saya belajar bersama dengan teman asrama yang berada dalam kelas yang berbeda yang masing-masing berada dalam fakultas berbeda. Ada yang berasal dari fakultas teknik, sanins dan lainnya. Tetapi entah kenapa saat saya menyerahkan data dan jawaban yang sama seperti teman sekelompok saya, saya mendapatkan nilai paling kecil. Entah kenapa, saya merasa ini aneh karena tulisan untuk data itu memang diminta memiliki data dan jawaban yang sama dengan satu kelompok. Apa mungkin karena materinya? Saya terima saja karena hanya berbeda beberapa poin, saya mendapatkan nilai 78 atau 77 (saya agak lupa ingat) . Saya hanya berbeda 2 atau 1 poin dengan teman satu kelompok saya, tapi entah kenapa saya dipanggil oleh pengawas kelompok praktikum bandul ini. Saya menerima mendapatkan nilai paling kecil dikelompok bandul, tapi entah kenapa saya dikatakan ‘bodoh’ oleh pengawas kami. Pengawas kami ini adalah kakak tingkat kami, yang saya rasa sangat keren saat mengajari kami tentang menggunakan alat bandul menghancurkan pemikiran saya. Saya dikatakan bodoh didepan banyak orang setelah saya diberikan nilai praktikum itu, saya kaget, malu dan juga takut. Saya sadar diri kok kalau saya itu bodoh, saya tidak mengelak. Saya mau belajar, tapi kenapa saya dikatakan bodoh didepan banyak orang? Apa karena saya mendapat nilai paling kecil? Saya tidak tahu. Yang saya rasakan hanya sesak di dada, saya hanya ingin cepat pergi dari sana. Mata saya sudah berkaca-kaca tapi tiba-tiba terdengar suara Adzan berkumandang, shalat ashar telah tiba. Walaupun teman saya yang lain kaget juga mendengar perkataan pengawas kami, mereka dan saya juga langsung pergi dari lab karena waktu praktikum telah habis dan pergi menuju mushola bagi yang menjalankan.
Pengalaman yang menyakitkan itu terjadi sekitar saat saya masih awal semester saat masuk kuliah, mungkin saat itu adalah semester 2. Semester 1 dan 2 saat kuliah adalah belajar tentang materi dasar-dasar yang pernah dipelajari saat sekolah. Dalam satu kelaspun kami masih tergabung dalam beberapa program studi. Saat itu terjadi kami diadakan praktikum, salah satunya adalah praktikum fisika dasar. Pengalaman praktikum fisika yang ada membuat saya sangat penasaran karena saat sekolah tidak pernah mengalaminya, hanya belajar secara teori. Saat praktikum, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 2 orang yang memiliki data yang sama dan 2 kelompok yang menggunakan alat yang sama. Saat praktikum saya melihat alat-alat yang keren, kebetulan kami mendapatkan giliran untuk menghitung bandul. Menghitung dan menulis data sangat menyenangkan, bahkan saat asrama kami mengerjakan praktikum fisika ini walaupun berbeda kelas dan grade. Hal ini dikarenakan saat mengerjakan data, saya belajar bersama dengan teman asrama yang berada dalam kelas yang berbeda yang masing-masing berada dalam fakultas berbeda. Ada yang berasal dari fakultas teknik, sanins dan lainnya. Tetapi entah kenapa saat saya menyerahkan data dan jawaban yang sama seperti teman sekelompok saya, saya mendapatkan nilai paling kecil. Entah kenapa, saya merasa ini aneh karena tulisan untuk data itu memang diminta memiliki data dan jawaban yang sama dengan satu kelompok. Apa mungkin karena materinya? Saya terima saja karena hanya berbeda beberapa poin, saya mendapatkan nilai 78 atau 77 (saya agak lupa ingat) . Saya hanya berbeda 2 atau 1 poin dengan teman satu kelompok saya, tapi entah kenapa saya dipanggil oleh pengawas kelompok praktikum bandul ini. Saya menerima mendapatkan nilai paling kecil dikelompok bandul, tapi entah kenapa saya dikatakan ‘bodoh’ oleh pengawas kami. Pengawas kami ini adalah kakak tingkat kami, yang saya rasa sangat keren saat mengajari kami tentang menggunakan alat bandul menghancurkan pemikiran saya. Saya dikatakan bodoh didepan banyak orang setelah saya diberikan nilai praktikum itu, saya kaget, malu dan juga takut. Saya sadar diri kok kalau saya itu bodoh, saya tidak mengelak. Saya mau belajar, tapi kenapa saya dikatakan bodoh didepan banyak orang? Apa karena saya mendapat nilai paling kecil? Saya tidak tahu. Yang saya rasakan hanya sesak didada, saya hanya ingin cepat pergi dari sana. Mata saya sudah berkaca-kaca tapi tiba-tiba terdengar suara Adzan berkumandang, shalat ashar telah tiba. Walaupun teman saya yang lain kaget juga mendengar perkataan pengawas kami, mereka dan saya juga langsung pergi dari lab karena waktu praktikum telah habis dan pergi menuju mushola bagi yang menjalankan.Setelah pergi dari lab, tempat praktikum fisika tadi kami pergi menuju mushola dekat kantin. Kebetulan mushola dan kantin itu berdekatan dengan gedung tempat kami praktikum saat itu. Saya mengambil wudhu dengan perasaan tidak enak dan shalat berjamaah bersama teman sekelas walaupun dengan air mata yang sudah mulai turun dari pipi. Saya masih bisa membayangkannya bahkan saat menulis ini pun saya merasa sedih. Dalam shalat saya hanya mengadu kepada Allah atas keluh kesah yang saya rasan hari ity. Saya meminta untuk bisa menghilangkan perasaan sedih saya atas perkataan tadi, tapi masih saja tidak bisa. Bahkan setelah selesai shalat, saya kaget karena tiba-tiba ada yang mengelus punggung belakang saya dan saya hanya menangis. Saya masih mendengar suara teman saya yang berkata untuk sabar dan mengesalkan akan perkataan pengawas kami itu. Saya hanya menangis dan sedikit tenang setelah mengeluarkan perasaan saya dengan mengeluarkan air mata. Setelab itu saya langsung pergi ke minimarket kampus yang menjual makanan lebih murah dari kantin yang bisa dibawa ke asrama. Saya berusaha untuk menghemat uang. Bahkan setelah sampai asrama saya langsung tidur, karena kelelahan menangis saat shalat tadi.
Setelah pergi dari lab, tempat praktikum fisika tadi kami pergi menuju mushola dekat kantin. Kebetulan mushola dan kantin itu berdekatan dengan gedung tempat kami praktikum saat itu. Saya mengambil wudhu dengan perasaan tidak enak dan shalat berjamaah bersama teman sekelas walaupun dengan air mata yang sudah mulai turun dari pipi. Saya masih bisa membayangkannya bahkan saat menulis ini pun saya merasa sedih. Dalam shalat saya hanya mengadu kepada Allah atas keluh kesah yang saya rasan hari itu. Saya meminta untuk bisa menghilangkan perasaan sedih saya atas perkataan tadi, tapi masih saja tidak bisa. Bahkan setelah selesai shalat, saya kaget karena tiba-tiba ada yang mengelus punggung belakang saya dan saya hanya menangis. Saya masih mendengar suara teman saya yang berkata untuk sabar dan mengesalkan akan perkataan pengawas kami itu. Saya hanya menangis dan sedikit tenang setelah mengeluarkan perasaan saya dengan mengeluarkan air mata. Setelah itu saya langsung pergi ke minimarket kampus yang menjual makanan lebih murah dari kantin yang bisa dibawa ke asrama. Saya berusaha untuk menghemat uang. Bahkan setelah sampai asrama saya langsung tidur, karena kelelahan menangis saat shalat tadi.Saya berusaha untuk memaafkan pengawas praktikum saya itu, walaupun saya masih belum bisa lupa dan sering menangis jika mengingatnya. Saya menulis ini karena pernah mendengar bahwa menulis dapat bisa menghilangkan sedikit perasaan saya saat itu. Saya merasa agak aneh menulis ini karena mimpi yang random dan tidak urut itu. Jika dibuat cerita akan terlihat aneh dan memiliki alur yang berantakan yang membuat pusing pembaca. Saya sudah lelah menulis hari ini karena energi habis karena menulis sambil menangis dan membantu menaman benih jagung di kebun juga.
Saya berusaha untuk memaafkan pengawas praktikum saya itu, walaupun saya masih belum bisa lupa dan sering menangis jika mengingatnya. Saya menulis ini karena pernah mendengar bahwa menulis dapat bisa menghilangkan sedikit perasaan kita saat itu. Saya merasa agak aneh menulis ini karena mimpi yang random dan tidak urut itu. Jika dibuat cerita akan terlihat aneh dan memiliki alur yang berntakan yang membuat pusing pembaca. Saya sudah lelah menulis hari ini karena energi habis karena menulis sambil menangis dan membantu menaman benih jagung di kebun juga.
~~~
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dengan memberikan komentar mengenai kumpulan kuis ini. Apakah terbantu atau tidak?
Kalau terbantu, bisa kita juga saling berteman melalui :
Bisa juga nonton video youtube yang baru saya upload? Makasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar